Home - Article - Brand Awareness Tidak Harus Mahal

Brand Awareness Tidak Harus Mahal

Brand awareness sering dianggap sebagai salah satu funnel terpenting dalam marketing. Melalui brand awareness, calon pelanggan mulai mengenali, mengingat, dan pada akhirnya mempertimbangkan sebuah brand ketika mereka membutuhkan produk atau jasa tertentu.

Karena itulah, campaign brand awareness menjadi sangat penting ketika sebuah bisnis menawarkan sesuatu yang baru. Baik produk yang benar-benar baru di pasar maupun produk yang sebenarnya sudah ada, tetapi memiliki keunikan yang membedakannya dari kompetitor.

Kita bisa melihat contoh dari Le Minerale dan Teh Pucuk Harum.

Le Minerale hadir sebagai pendatang baru di kategori air minum dalam kemasan yang saat itu didominasi oleh Aqua. Mereka memperkenalkan pesan yang sederhana namun mudah diingat: “Ada manis-manisnya.”

Sementara itu, Teh Pucuk Harum datang dengan edukasi yang konsisten melalui pesan “Rasa teh terbaik ada di pucuknya.” Sebuah pendekatan yang secara tidak langsung menantang dominasi pemain lama seperti Teh Botol.

Iklan mereka hadir di televisi, billboard, media sosial, dan berbagai kanal lainnya. Tujuannya bukan sekadar menjual produk, tetapi membangun asosiasi tertentu di benak konsumen.

Dan hasilnya cukup terlihat. Sebagai pendatang baru, mereka berhasil merebut perhatian pasar dan mengganggu kenyamanan pemimpin kategori.

Namun ada satu hal yang perlu dipahami.

Permainan brand awareness yang dilakukan Le Minerale dan Teh Pucuk Harum adalah permainan jangka panjang. Ini adalah permainan yang membutuhkan konsistensi, kesabaran, dan tentu saja dukungan modal marketing yang besar.

Mereka tahu apa yang ingin dicapai dan apa yang harus dikorbankan untuk memperebutkan perhatian konsumen.

Bagaimana dengan Bisnis yang Budget Marketing-nya Terbatas?

Di sinilah banyak pemilik bisnis mulai salah paham.

Ketika mendengar istilah brand awareness, yang terbayang sering kali adalah influencer, brand ambassador, billboard raksasa, atau iklan yang muncul di mana-mana.

Padahal inti dari brand awareness bukanlah seberapa mahal campaign yang dijalankan.

Inti dari brand awareness adalah memperkenalkan produk atau jasa kepada target market yang tepat.

Besarnya biaya yang dibutuhkan sangat bergantung pada seberapa luas target pasar yang ingin dijangkau.

Semakin luas market yang ditargetkan, semakin besar pula biaya yang harus disiapkan.

Sebaliknya, jika target pasar masih terbatas, aktivitas brand awareness bisa dilakukan dengan biaya yang relatif kecil.


Bagaimana cara membuat budgeting plan untuk iklan digital?
Diskusi gratis dengan saya!


Tidak Semua Bisnis Membutuhkan Brand Awareness yang Besar

Banyak bisnis beranggapan bahwa semakin banyak orang mengenal brand mereka, maka semakin baik.

Padahal tidak selalu demikian.

Untuk beberapa jenis usaha, dikenal oleh orang yang tepat jauh lebih penting dibanding dikenal oleh banyak orang.

Sebuah klinik spesialis, konsultan pajak perusahaan, vendor mesin industri, atau jasa B2B tertentu tidak membutuhkan jutaan orang untuk mengenal brand mereka. Mereka hanya membutuhkan awareness dari segmen pasar yang memang berpotensi menjadi pelanggan.

Dalam kasus seperti ini, membangun brand awareness yang sangat luas justru bisa menjadi pemborosan budget.

Sebaliknya, fokus pada audience yang lebih spesifik sering kali menghasilkan dampak yang jauh lebih efektif terhadap pertumbuhan bisnis.


Bagaimana cara membuat audience persona?
Diskusi gratis dengan saya!


Sebuah Contoh Sederhana

Bayangkan Anda membuka klinik hewan peliharaan di dalam sebuah kawasan perumahan.

Target pasar utama Anda tentu saja warga yang tinggal di kawasan tersebut.

Untuk membangun brand awareness, Anda bisa memulai dari hal-hal sederhana seperti membagikan informasi di grup warga, mengikuti bazar lingkungan, menyebarkan flyer, atau memasang banner di depan klinik.

Tujuannya sederhana: membuat warga sekitar tahu bahwa klinik tersebut ada.

Pada tahap ini, Anda tidak membutuhkan influencer atau iklan dengan budget besar.

Hal yang sama juga berlaku untuk banyak UMKM seperti laundry, coffee shop, bengkel motor, tempat les, atau rumah makan. Pada tahap awal, dikenal oleh warga sekitar sering kali jauh lebih penting dibanding viral di media sosial.

Namun kondisinya akan berbeda ketika Anda ingin menjangkau pelanggan dari luar kawasan perumahan.

Anda mungkin mulai membutuhkan signboard yang lebih terlihat dari jalan utama, mengikuti event yang lebih besar, atau melakukan promosi yang menjangkau area yang lebih luas.

Ketika target pasar berkembang menjadi satu kecamatan, satu kota, atau bahkan satu provinsi, kebutuhan marketing pun ikut berubah.

Di tahap ini, billboard, digital advertising, influencer, atau berbagai media promosi lainnya mungkin mulai dibutuhkan untuk memperluas jangkauan brand.

Bukan karena cara sebelumnya tidak efektif, tetapi karena skala target pasar yang ingin dijangkau juga semakin besar.

Brand Awareness Bukan Tujuan Akhir

Satu hal yang juga perlu dipahami adalah bahwa brand awareness bukan tujuan akhir dari marketing.

Banyak bisnis berhasil mendapatkan ribuan followers, jutaan views, dan jangkauan yang besar. Namun penjualannya tidak bertumbuh secara signifikan.

Hal ini terjadi karena awareness hanyalah tahap awal dalam perjalanan pelanggan.

Setelah mengenal sebuah brand, calon pelanggan masih harus mempertimbangkan produk yang ditawarkan, membandingkannya dengan kompetitor, hingga akhirnya memutuskan untuk membeli.

Karena itu, campaign brand awareness yang baik seharusnya tidak hanya membuat orang mengenal brand kita, tetapi juga membantu menciptakan ketertarikan dan kepercayaan yang mendorong terjadinya transaksi.


Mau belajar creative copywriting untuk digital advertising?
Hubungi saya!


Brand Awareness yang Tepat Bisa Membuat Marketing Lebih Efisien

Salah satu manfaat brand awareness yang sering tidak disadari adalah kemampuannya menurunkan biaya akuisisi pelanggan.

Ketika seseorang sudah mengenal dan mempercayai sebuah brand, proses pengambilan keputusan biasanya menjadi lebih cepat.

Mereka lebih mudah mengklik iklan, lebih mudah mengunjungi website, dan lebih mudah melakukan pembelian dibandingkan orang yang sama sekali belum mengenal brand tersebut.

Inilah alasan mengapa banyak perusahaan tetap berinvestasi dalam aktivitas branding meskipun hasilnya tidak selalu terlihat secara instan.

Brand awareness yang kuat akan membantu aktivitas marketing lainnya bekerja lebih efektif.

Risiko Brand Awareness yang Salah Sasaran

Tidak sedikit bisnis yang menghabiskan budget besar untuk branding, tetapi hasilnya tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan.

Penyebabnya sering kali bukan karena media yang digunakan salah, melainkan karena target audience yang dituju tidak tepat.

Brand awareness yang salah sasaran bukan hanya membuang budget marketing, tetapi juga dapat menciptakan persepsi yang keliru terhadap brand.

Karena itu, menentukan siapa yang ingin dijangkau sering kali jauh lebih penting dibanding menentukan media promosi yang akan digunakan.

Sebelum memikirkan influencer, billboard, atau iklan digital, pastikan terlebih dahulu siapa sebenarnya target market yang ingin Anda kenalkan dengan brand tersebut.

Kesimpulan

Brand awareness merupakan salah satu fondasi penting dalam pertumbuhan bisnis. Namun, brand awareness tidak selalu identik dengan biaya besar.

Yang membuat sebuah campaign branding menjadi mahal bukan aktivitasnya, melainkan luasnya pasar yang ingin dijangkau.

Karena itu, sebelum menjalankan campaign brand awareness, bisnis perlu memiliki marketing plan yang matang. Mulai dari menentukan target pasar, menyusun pesan yang relevan, mengalokasikan budget, hingga menentukan kapan harus melakukan ekspansi dan kapan harus memperkuat eksistensi brand secara lebih agresif.

Pada akhirnya, brand awareness bukan tentang siapa yang paling banyak mengeluarkan biaya marketing.

Melainkan siapa yang paling tepat dalam menjangkau target pasarnya.


Butuh bantuan membuat marketing plan?
Diskusi dengan saya!

Leave a Comment

Scroll to Top